Sabtu, 09 Januari 2010

apa jadinya Indonesia, bila menganut sistem ekonomi komunis?

Perekonomian yang berlandaskan kepada ideologi komunisme merupakan perekonomian yang bertujuan bagaimana setiap anggota masyarakat bekerja berdasarkan kemampuan dan keahlian mereka untuk menciptakan komunal (komunal berarti kumpulan, komunitas, dari yang sederhana hingga yang kompleks) yang sejahtera.
Dalam perekonomian komunisme, seorang guru bekerja sebagai guru, seorang tukang ojek bekerja sebagai tukang ojek, menteri bekerja sebagai menteri. Artinya semua mengerjakan apa yg menjadi keahliannya. Individu dalam ekonomi komunisme bukan mengejar kekayaan, melainkan bagaimana dia bersumbangsih terhadap komunalnya, terhadap kepentingan sosialnya.
Dan dengan ekonomi komunismelah kita mendapatkan kekayaan yang tanpa ada kesenjangan, tidak ada miskin dan kaya, karena kita sama kaya nya, karena kita satu komunal, seorang komunis akan berpikir bagaimana komunal nya sejahtera, disaat komunal nya telah sejahtera, secara otomatis dia sejahtera.
Hanya dengan komunismelah kita mampu menyingkirkan kesenjangan sosial, karena komunisme menjamin kesejahteraan bersama!
http://www.erepublik.com/en/article/menuju-negara-yang-komunis-322041/1/20

Mungkin bila diamati dari materi pembahasan diatas akan tampak seperti solusi yg baik untuk masalah perekonomian di Indonesia ya... tapi eh tetapi, jangan langsung setuju sebelum anda lihat pada pembahasan yg lain, seperti berikut ini.

Komunisme adalah suatu sistem perekonomian dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem komunisme tersebut.
http://organisasi.org/sistem_tata_ekonomi_kapitalisme_sosialisme_dan_komunisme

Singkatnya, komunisme pada perekonomian akan menjadikan perkembangan bangsa semakin terpuruk dan tertinggal dari bangsa yang lain.....

Kedua pandangan komunis ini menurut saya sah-sah saja, meski kedua materi ini punya pandangan masing2 tetapi tetap patut untuk dipelajari. Tetapi lain hal untuk mempraktekannya pada perekonomian bangsa loh, karena harus ditelaah secara bijak terlebih dahulu. Toh, perekonomian Indonesia perlahan tapi pasti tetap menunjukan pertumbuhan yg positif.

sistem ekonomi kapitalis ?

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Wah, coba kita bayangkan bila indonesia menganut sistem perekonomian kapital. Apakah semakin makmur atau semakin hancur perekonomian bangsa ini? tapi yg jelas, pada perekonomian kapitalisme yang punya permodalan lebih lah yang dapat berbuat lebih...

Minggu, 03 Januari 2010

definisi akuntansi dalam penggunaannya

Definisi dan Pengertian Akuntansi

Dalam pandangan tentang definisi akuntansi dapat diartikan menjadi dua pengertian:

a. dari sudut pandang pemakaiannya
Akuntansi merupakan kegiatan jasa yang menghasilkan informasi kuantitatif yang bersifat keuangan yang diperlukan untuk membantu dalam pengambilan keputusan, memilih alternatif, dan melaksanakan kegiatan secara efisien serta mengevaluasi kegiatan-kegiatan bisnis yang terjadi dalam suatu organisasi

b. dari sudut pandang kegiatannya
Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi.

Pada pengertiaannya dalam pendidikan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi lebih sering digunakan pengertian akuntansi berdasarkan kegiatannya. Hal ini mungkin dikarenakan pengertian berdasarkan kegiatan yang dilakukan, akan lebih mudah diingat daripada pengertian berdasarkan pemakaiannya.
Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini – yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya – mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).

sejarah akuntansi dunia

Sejarah Akuntansi
Sejarah
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan di tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.